SARILAMAK, Asakato.com — Suasana kampung halaman di Kabupaten Lima Puluh Kota mulai kembali lengang setelah puncak arus balik Lebaran 2026 berlalu. Para perantau yang sebelumnya memadati kampung kini satu per satu kembali ke rantau, meninggalkan kenangan bersama keluarga.
Berdasarkan laporan sejumlah media dan kepolisian, arus lalu lintas di Sumatera Barat mulai mengalami penurunan sejak Rabu (25/3/2026), setelah sebelumnya mencapai puncak kepadatan pada Senin hingga Selasa malam.
Pada masa puncak tersebut, volume kendaraan sangat tinggi hingga menyebabkan kemacetan di berbagai titik, termasuk jalur Payakumbuh–Lima Puluh Kota yang menjadi akses utama menuju Riau.
Kini, kondisi berangsur normal. Arus kendaraan mulai berkurang dan kemacetan panjang yang sempat terjadi perlahan menghilang.
Seorang warga Tanjung Pati, Zainul Arifin, mengaku sangat merasakan perubahan tersebut.
“Sekarang sudah tidak macet lagi, jadi kami sudah bisa mengunjungi sanak saudara. Kemarin itu macetnya parah sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Sarilamak, Olly Wijaya, SE Dt. Kali Nan Putiah, menyebut kemacetan saat Idul Fitri merupakan persoalan rutin yang terus berulang setiap tahun.
“Setiap Idul Fitri, Sarilamak selalu macet. Kami sudah beberapa kali mengajukan rancangan penataan wilayah, termasuk usulan revisi RTRW kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Salah satu tujuannya adalah penataan jalan raya agar kemacetan tidak terus berulang setiap tahun,” ungkapnya.
Warga lainnya juga mengaku lega karena aktivitas harian yang sempat terganggu kini kembali berjalan normal. Jalanan yang sebelumnya dipadati kendaraan pemudik kini kembali lengang.
Meski suasana kampung mulai sepi, momen kebersamaan selama Lebaran tetap meninggalkan kesan mendalam. Para perantau kembali ke rantau membawa kenangan, sementara masyarakat di kampung melanjutkan aktivitas seperti biasa.(*)
Penulis: Tim Redaksi Asakato
Editor: Budi Mulya, SP