Limapuluh Kota, Asakato.com – Peran ulama dalam dunia pendidikan kembali ditegaskan. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Limapuluh Kota, Dr. H. Arman Husni, Lc., MA, tampil sebagai narasumber dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA yang digelar di Aula UPTD SMP Negeri Harau, Kamis (2/4/2026).
Selain dikenal sebagai dosen di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, kehadiran Dr. Arman sebagai bagian dari MUI memberi perspektif keislaman dalam pembelajaran sains.
Mengusung tema “Al-Qur’an dan Sains: Inspirasi Peradaban”, ia mengajak para guru meninggalkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, pemisahan tersebut menjadi salah satu penyebab lemahnya integrasi nilai dalam sistem pendidikan.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep dua ayat Allah, yakni ayat qauliyah (firman Allah dalam Al-Qur’an) dan ayat kauniyah (tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta). Keduanya, tegasnya, berasal dari sumber yang sama dan tidak mungkin bertentangan.
“Alam adalah ciptaan-Nya, dan wahyu adalah firman-Nya. Mustahil karya dan kalam-Nya saling menafikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral pendidik dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ketuhanan. Guru, menurutnya, perlu menjadikan alam sebagai laboratorium tadabbur, sehingga pembelajaran IPA tidak kehilangan dimensi spiritual.
Diskusi berlangsung dinamis. Para guru terlibat aktif dalam dialog mengenai penerapan integrasi sains dan Al-Qur’an di ruang kelas. Panitia juga menyiapkan buku karya narasumber sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang aktif.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan dunia pendidikan dalam menjawab tantangan zaman. Integrasi wahyu dan sains dinilai bukan hanya relevan, tetapi juga mendesak untuk melahirkan generasi yang unggul secara intelektual dan kokoh dalam nilai keimanan.(*)
Dengan Gerakan Serbu Asakato, cukup Rp10.000 saja kita bangun bersama media nagari ini agar tetap menyuarakan informasi umat dan daerah.
Scan QRIS untuk donasi