Suasana pengajian safari dakwah MUI Lima Puluh Kota di Nagari Lubuk Alai saat listrik padam akibat cuaca ekstrem
LIMA PULUH KOTA, asakato.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lima Puluh Kota tetap melaksanakan safari dakwah di Nagari Lubuk Alai dan Nagari Koto Lamo Jorong Koto Tuo, Sabtu (2/5/2026), meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem.
Di Nagari Lubuk Alai, rombongan MUI disambut hangat oleh masyarakat yang telah memadati masjid setempat. Kegiatan diawali dengan pengajian umum yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, dan kaum perempuan. Suasana berlangsung khidmat dengan antusiasme warga mengikuti tausiyah dan dialog keagamaan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Syafrijon menyampaikan pentingnya menjaga akhlak dan memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama, tokoh adat, dan pemerintah nagari dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Selain ceramah, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang mereka hadapi. Ketua MUI Lima Puluh Kota, Ustadz Asrat Chan, menjelaskan bahwa safari dakwah menjadi sarana mendekatkan ulama dengan umat sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Baca Juga : Engku: 1 (satu) Pilar yang Mulai Hilang dalam Kepemimpinan Adat Minangkabau
Usai kegiatan di Lubuk Alai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Nagari Koto Lamo Jorong Koto Tuo pada malam hari. Perjalanan berlangsung di tengah hujan lebat, angin kencang, serta kondisi listrik padam sejak waktu magrib. Bahkan, di beberapa titik terjadi pohon tumbang yang sempat memutus akses jalan hingga larut malam.
“Alhamdulillah, safari dakwah tetap berjalan lancar meskipun menghadapi hujan badai, angin kencang, dan listrik padam. Di beberapa titik bahkan ada jalan yang tertutup pohon tumbang. Namun dengan izin Allah, perjalanan tetap dapat dilalui dan kami semua dalam keadaan selamat,” ujar Ustadz Asrat Chan.
Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat menyambut kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Menurutnya, kehadiran MUI di tengah masyarakat memberikan semangat tersendiri bagi warga, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kegiatan keagamaan.
“Masyarakat terlihat sangat senang dan tidak menyangka MUI bisa datang ke kampung mereka. Meskipun tidak membawa bantuan materi, kehadiran ulama sudah memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka,” tambahnya.
Kegiatan safari dakwah ini dilaksanakan melalui dukungan swadaya para ulama, partisipasi jemaah masjid, serta bantuan dari Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota. Meskipun dengan keterbatasan anggaran, kegiatan tetap berjalan sebagai bagian dari komitmen dalam menyampaikan dakwah hingga ke pelosok nagari.
Baca juga : Masjid Kita: Menghidupkan Kembali 3 Kekuatan Umat
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang berharap safari dakwah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain memperkuat keimanan, kegiatan ini juga dinilai mampu meningkatkan kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (*)
Penulis:
Febri Wardani, M.Ag
Editor:
Budi Mulya, SP