Tim rescue gabungan masih bertahan melakukan pencarian Pak Toia meski hujan mengguyur lokasi pencarian di Lima Puluh Kota.
LIMA PULUH KOTA,asakato.com – Operasi pencarian terhadap Pak Toia atau Irman (61), warga Lubuak Batingkok, hingga Jumat sore masih terus berlangsung. Tim rescue gabungan bersama relawan dilaporkan masih bertahan di lapangan meski hujan mulai mengguyur kawasan pencarian sejak sekitar pukul 15.30 WIB.
Jarak antara titik pencarian aktif dengan Posko Komando disebut mencapai sekitar 18 kilometer. Kondisi itu membuat personel rescue harus menempuh medan berat dengan koordinasi ketat demi menjaga keselamatan seluruh tim yang terlibat dalam pencarian.
Informasi lapangan dihimpun Asakato dari Rio Pramana Putra, yang akrab disapa Akang Basituo. Ia menyebutkan tim pencari hingga kini masih berada di lapangan melakukan penyisiran sesuai arahan komando pencarian.
“Tim masih bertahan di lapangan sampai sore ini. Cuaca juga dilaporkan hujan sejak sekitar pukul setengah empat sore,” ungkap Akang Basituo.
BACA JUGA : Hari Ketiga Pencarian, Lansia (61) Hilang di Hutan Harau Belum Ditemukan
Sebelumnya, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, saat melepas tim pencarian menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan misi kemanusiaan yang nilainya berada di atas kepentingan lainnya.
“Satu nyawa itu berarti adalah kemanusiaan. Dan ini melebihi segala perjuangan, baik itu perekonomian, kesejahteraan, kemanusiaan adalah di atas segala-galanya,” ujar Wakil Bupati.
Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan personel selama operasi berlangsung. Menurutnya, koordinasi lapangan harus dijaga dengan baik mengingat personel berada di medan yang cukup jauh dari Posko Komando dan sebagian tim juga harus menginap di lokasi pencarian.
“Keselamatan personel yang ikut turun ke lapangan harus menjadi perhatian utama,” katanya.
Dalam operasi pencarian orang hilang, tim rescue umumnya bekerja berdasarkan titik terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP). Dari titik tersebut, area pencarian kemudian dibagi ke dalam beberapa sektor agar penyisiran berjalan sistematis dan tidak tumpang tindih.
Cuaca hujan menjadi salah satu tantangan utama dalam pencarian. Selain membuat jalur semakin licin dan berat dilalui, hujan juga mengurangi jarak pandang serta dapat menghilangkan jejak yang mungkin ditemukan tim rescue.
BACA JUGA : Hadapi Cuaca Ekstrem, MUI 50 Kota Lanjutkan Safari Dakwah di Dua Nagari
Meski demikian, personel SAR gabungan bersama relawan masih terus bertahan di lapangan dengan harapan korban segera ditemukan.
Menutup arahannya kepada tim rescue dan relawan, Wakil Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk terus berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar operasi pencarian membuahkan hasil terbaik.
“Allah lah nanti yang akan menemukan lewat ikhtiar-ikhtiar yang ada di lapangan,” tuturnya.
Penulis:
Tim Asakato Media
Editor:
Budi Mulya, SP