LIMAPULUH KOTA, asakato.com β Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota mengikuti kegiatan nasional Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamis (25/6). Kegiatan tersebut diikuti secara serentak oleh seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di Indonesia melalui Zoom Meeting.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat dan wakaf. Kegiatan juga menjadi rangkaian peringatan Bulan Muharram 1448 Hijriah yang bertujuan memperkuat kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.
Di Kabupaten Limapuluh Kota, kegiatan dipusatkan di Aula Serbaguna Kantor Kementerian Agama. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota H. Eri Iswandi, Kasubbag Tata Usaha H. Ifkar, jajaran Kepala Seksi, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, Ketua Baznas H. Yulius beserta pengurus, pimpinan Bank Nagari Syariah, serta pimpinan BSI.
Baca juga : 5 Alasan Kuat Generasi Muda Minangkabau Harus Membangun Surau Kembali
Dalam sambutannya, H. Eri Iswandi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran agama yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengimbau para pengurus masjid dan musala melalui Kepala KUA agar terus menggalakkan penyaluran infak dan sedekah bagi anak-anak yatim. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kepala Kantor menegaskan bahwa keberhasilan program nasional ini tidak lepas dari dukungan berbagai lembaga. Ia menyampaikan apresiasi kepada Baznas, Bank Nagari Syariah Payakumbuh, BSI Cabang Tanjung Pati, LAZ Dompet Dhuafa, LAZ Rumah Zakat, LAZ BSI Maslahat, dan LAZ Rumah Yatim yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kegiatan ini harus berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya pada momentum tertentu saja,” tegas H. Eri Iswandi.
Pada kegiatan tersebut, Kementerian Agama bersama para mitra menyalurkan sebanyak 250 paket santunan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas. Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada 20 penerima yang terdiri atas delapan anak yatim dan 12 penyandang disabilitas sebagai representasi penerima manfaat di Kabupaten Limapuluh Kota. (*)
Baca juga : 5 Kegelisahan Dakwah: Ketika Google Lebih Dipercaya dari Ustaz
Peliput: Humas Kankemenag Limapuluh Kota
Editor: Budi Mulya, SP