PAYAKUMBUH, asakato.com – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat transformasi layanan Posyandu melalui penyusunan program kerja berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Langkah ini bertujuan memperluas cakupan layanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan bahwa perencanaan program Posyandu bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya saat Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu di Ballroom Hotel Mangkuto, Selasa (14/04/2026).
Menurutnya, Posyandu kini telah berkembang menjadi layanan terpadu yang mencakup enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan dan kawasan permukiman, ketertiban umum, serta sosial. Transformasi ini menuntut perencanaan lintas sektor yang lebih terarah.
Pemko Payakumbuh juga telah mengintegrasikan program Posyandu ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sesuai arahan pemerintah pusat. Seluruh perangkat daerah diminta memastikan program terkait Posyandu telah direncanakan dan dianggarkan secara optimal dalam APBD.
Selain itu, peran kecamatan dan kelurahan dinilai penting dalam menjangkau kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Penguatan kapasitas kader melalui pelatihan terencana juga menjadi fokus agar mampu menjalankan layanan terpadu berbasis enam bidang SPM.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Payakumbuh, Eni Zulmaeta, menyebut Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Ia menilai Posyandu berperan penting dalam menyalurkan aspirasi warga serta mendorong partisipasi dalam pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan bahwa regulasi terbaru melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 memperkuat posisi Posyandu sebagai pusat pelayanan berbasis masyarakat. Pada 2024, tercatat 171 Posyandu aktif di Payakumbuh, serta 47 Pustu dan Pos Kesehatan Kelurahan telah bertransformasi menjadi Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK).
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari aspek kelembagaan, sarana prasarana, hingga kapasitas kader. Karena itu, dukungan lintas sektor dinilai sangat penting untuk memastikan pembinaan Posyandu berjalan optimal dan berkelanjutan. (BM/r)
Penulis : Tim Asakato
Editor : Budi Mulya,SP
Dengan Gerakan Serbu Asakato, cukup Rp10.000 saja kita bangun bersama media nagari ini agar tetap menyuarakan informasi umat dan daerah.
Scan QRIS untuk donasi