Oktober 6, 2026

4 thoughts on “LITERASI QUR’ANI: ANTARA BACAAN DAN PEMAHAMAN”

  1. العلماء إذا سكت كالجدار واذا تكلم كالبحار, untaian kata hikmah dari kedalaman ilmu dan literasi mendalam, semoga ada modul” khusus yang di lahirkan untuk panduan TPQ dan lembaga tahfidz Indonesia agar bisa beriring sejalan dalam konsep alur tilawah, pemahaman, tadabbur dan pengalaman dalam praktek kehidupan laksana rasulullah yang di sebut sebagai Al-Quran yang berjalan, segi akhlak nya dan segala sisi kehidupannya

  2. Masyaa Allah..
    Tulisan ini sungguh menampar dan menyadarkan fenomena ber-al-Qur’an kita hari ini. Mengapa ramainya TPQ, rumah Qur’an, dan sekolah yang mengajarkan Al-Qur’an tapi di sisi lain akhlak misalnya belum mencerminkan nilai qur’ani. Jawabannya karena kita belum memahami isi Al-Qur’an itu sendiri.

    Seringkali tujuan kita sekadar fasih dan punya hafalan tapi tidak memahami pesan-pesan Ilahi.

    Terima kasih ilmunya, Pak.
    Wa barakallah fik

  3. Alhamdulillahirabbil’alamiin…
    Terimakasih atas paparan dari Ustadz tentang pentingnya memahami dan mentadaburi AlQur’an dalam kehidupan sehari-hari . Insya Allah saya akan terapkan untuk diri pribadi ,keluarga dan masyarakat, sebagai guru di TPQ akan menganjurkan dan menerapkan juga kepada anak didik untuk membaca dan memahami terjemahan dari Ayat- Ayat Al Qur’an bukan hanya membaca secara tilawah atau pun hafalan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *