Urban farming menjadi tren baru di Luak Limopuluah. Warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan menciptakan gaya hidup hijau yang hemat serta produktif.
PAYAKUMBUH, asakato.com β Urban farming atau berkebun di lahan sempit kini semakin digemari masyarakat di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Memanfaatkan pekarangan rumah, teras, hingga sudut-sudut kosong, warga menyulap area sederhana menjadi kebun mini yang produktif.
Tren ini tidak hanya diminati ibu rumah tangga, tetapi juga kalangan aparatur sipil negara, komunitas, hingga generasi muda. Dengan modal polibag, pot bekas, atau botol plastik yang didaur ulang, berbagai jenis tanaman seperti cabai, kangkung, selada, tomat, dan seledri dapat tumbuh subur di lingkungan rumah.
Selain menghadirkan suasana hijau dan asri, urban farming juga membantu memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Di tengah naik turunnya harga pangan, hasil panen dari pekarangan sendiri menjadi alternatif untuk mengurangi pengeluaran keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Nurhati (34), warga Koto Nan IV, Kecamatan Payakumbuh Barat, mengaku mulai berkebun dengan memanfaatkan botol plastik bekas di teras rumahnya. Ia menanam seledri, bawang prai, dan cabai yang kini dapat dipanen untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, aktivitas tersebut membuat rumah lebih nyaman sekaligus membantu menghemat belanja dapur.
Perkembangan urban farming di Luak Limopuluah juga didukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti kegiatan kelompok wanita tani (KWT) dan pemanfaatan pekarangan pangan keluarga. Masyarakat juga semakin kreatif menggunakan barang-barang bekas sebagai media tanam dan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Tidak hanya menjadi aktivitas produktif, urban farming juga melahirkan ruang berbagi pengetahuan di media sosial. Warga saling bertukar benih, berbagi pengalaman, hingga memberikan tips bercocok tanam secara organik. Bagi banyak anak muda, berkebun kini tidak lagi identik dengan pekerjaan berat di sawah, melainkan bagian dari gaya hidup hijau yang sederhana, bermanfaat, dan menginspirasi.
Penulis: Tim Asakato Media
Editor: Budi Mulya, SP