Wali Nagari Sungai Jambu Wilmen, ST menyampaikan penjelasan kepada masyarakat dalam Musrenbang Nagari Sungai Jambu, Senin (31/8/2026).
TANAH DATAR, ASAKATO.COM — Pemerintah Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun RKP Nagari 2027 dan DU RKP 2028, Senin (31/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Nagari Sungai Jambu dan dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Pariangan, Forkopimca, BPRN, KAN, kepala UPT, serta sejumlah undangan lainnya.
Musrenbang dibuka Wali Nagari Sungai Jambu Wilmen, ST. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan rencana pembangunan nagari berdasarkan hasil Musyawarah Nagari dan verifikasi terhadap usulan masyarakat.
Baca juga : Anggota DPRD Tanah Datar Tak Hadir, Peserta Musrenbang Lawang Mandahiling Kecewa
Terus Bersama Asakato
Asakato hadir menghadirkan informasi, inspirasi, dan literasi untuk masyarakat. Dukungan pembaca membantu kami terus berkarya.
Dukung melalui Asakato.shopKetua Pelaksana A. Dt. Tumanguang menjelaskan dasar hukum pelaksanaan Musrenbang serta tahapan yang telah dilalui sebelum forum tersebut digelar.
Menurutnya, proses perencanaan mencakup pelaksanaan Musyawarah Nagari hingga verifikasi terhadap berbagai usulan yang disampaikan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wilmen meminta masyarakat memahami mekanisme penyaluran bantuan sosial pemerintah. Pemahaman tersebut dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap Pemerintah Nagari.
Ia menjelaskan, usulan bantuan yang disampaikan melalui nagari tidak otomatis membuat warga yang diusulkan menjadi penerima bantuan. Penetapan penerima merupakan kewenangan pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku.
“Jangan salahkan Pak Wali jika ada yang tidak mendapat bantuan, meskipun bantuan sudah diusulkan. Keputusan siapa yang mendapat tetap berada di Pemerintah Pusat,” ujar Wilmen.
Sementara itu, Camat Pariangan AH. Miza Aziz mengingatkan bahwa Musrenbang merupakan forum bersama Pemnag, BPRN, dan lembaga unsur nagari untuk menyepakati perencanaan pembangunan.
Ia meminta setiap usulan yang disepakati benar-benar merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Hal itu penting karena keterbatasan anggaran pemerintah membuat tidak seluruh rencana pembangunan dapat direalisasikan sekaligus.
Miza juga menargetkan penyusunan APB Nagari 2027 dapat diselesaikan pada Desember 2026. Menurutnya, percepatan penyusunan anggaran perlu dilakukan agar capaian positif Nagari Sungai Jambu dapat kembali dipertahankan.
Baca juga : Wujudkan Pembangunan Jalan, Masyarakat Gunung dan Aua Sampaikan Terima Kasih kepada Zigo Rolanda
Nagari Sungai Jambu sebelumnya masuk lima besar dalam penyusunan APB Nagari 2025 dan menerima penghargaan dari Bupati Tanah Datar. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengelolaan pemerintahan nagari.
Musrenbang diharapkan menghasilkan prioritas pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta menjadi dasar penyusunan program nagari pada tahun berikutnya.
Peliput: Wirmas Darwis
Editor: Budi Mulya, SP.
❤️ Dukung Asakato
Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda,
mari bantu Asakato terus menghadirkan berita, edukasi, dan inspirasi untuk masyarakat.
Dukungan sekecil apa pun sangat berarti agar kami dapat terus berkarya secara independen.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan Asakato – Media Inspirasi dan Literasi Umat.