SARILAMAK,asakato.com – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata. Karena itu, Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha mengajak masyarakat memulai perubahan dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah.
Menurut Rhito, upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat perlu membiasakan memilah sampah dari rumah tangga untuk mengurangi timbunan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Pesan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di RTH Mahkota Berlian, Sarilamak, Sabtu (6/6). Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan hidup, serta ribuan pengunjung.
Rhito mengingatkan bahwa dunia saat ini menghadapi tiga ancaman lingkungan utama, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kepedulian dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Selain memilah sampah, masyarakat juga diajak mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Warga juga didorong membudayakan hidup bersih serta melakukan penanaman pohon.
Wabup menegaskan bahwa keberhasilan Gerakan Indonesia Asri sangat bergantung pada komitmen bersama. Ia mengajak warga memulai perubahan dari lingkungan terkecil, yakni rumah masing-masing.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini turut diramaikan dengan senam bersama, penanaman pohon, penyuluhan kesehatan, donor darah, layanan cek kesehatan gratis, serta pameran produk UMKM.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Apel Hari Lingkungan Hidup dan pengumuman pemenang berbagai lomba yang diikuti pelajar pada Senin mendatang.(*)
Penulis: Tim Asakato Media
Editor: Budi Mulya, SP