Bupati Tanah Datar Eka Putra melantik Dr. Inoki Ulma Tiara, S.Sos., M.Pd. sebagai Direktur Perumda Tirta Alami periode 2026–2031 di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Jumat (7/8/2026).
TANAH DATAR, Asakato — Bupati Tanah Datar Eka Putra resmi melantik Dr. Inoki Ulma Tiara, S.Sos., M.Pd. sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Alami Kabupaten Tanah Datar periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Jumat (7/8/2026).
Pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, unsur Forkopimda, perwakilan Danyon TP 951/Pandeka Marapi, para asisten, staf ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, perwakilan BUMN dan BUMD, jajaran Perumda Tirta Alami, serta tamu undangan lainnya.
Usai dilantik, Inoki Ulma Tiara membacakan pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah sebagai pimpinan Perumda Tirta Alami. Ia juga menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas tugas yang diemban, termasuk bersedia mengundurkan diri apabila di kemudian hari terbukti melakukan pelanggaran dalam menjalankan amanah tersebut.
Baca juga : Kumango Musrenbang, Wali Nagari Ajak Masyarakat Besarkan BUMNag
Terus Bersama Asakato
Asakato hadir menghadirkan informasi, inspirasi, dan literasi untuk masyarakat. Dukungan pembaca membantu kami terus berkarya.
Dukung melalui Asakato.shopBupati Eka Putra mengatakan, Inoki Ulma Tiara terpilih setelah melalui uji kompetensi dan proses seleksi yang cukup ketat oleh lembaga profesional. Dari seluruh peserta yang mengikuti tahapan seleksi, Inoki dinyatakan memenuhi kualifikasi terbaik untuk memimpin Perumda Tirta Alami.
“Direktur yang baru telah melewati proses seleksi dan uji kompetensi yang ketat. Kami berharap kepemimpinan baru mampu membawa Perumda Tirta Alami menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eka Putra.
Bupati juga berharap manajemen baru segera melakukan pembenahan terhadap kinerja perusahaan, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih. Menurutnya, kebutuhan air minum merupakan layanan dasar yang harus dipenuhi secara optimal.
Ia mengungkapkan, masih banyak keluhan masyarakat terkait tingginya tingkat kebocoran jaringan distribusi air. Berdasarkan data pemerintah daerah, sebagian besar jaringan pipa yang digunakan telah berusia sekitar 40 tahun sehingga rentan mengalami kerusakan.
“Berdasarkan data yang kami terima, jaringan pipa yang ada saat ini sudah berusia sekitar 40 tahun sehingga sangat rentan mengalami kebocoran dan perlu menjadi perhatian untuk dilakukan penggantian,” kata Eka Putra.
Baca juga : Ketika Rantai Tak Lagi Terbuat dari Besi, Mengurai Kembali Makna Kemerdekaan
Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra mengingatkan agar direktur baru memastikan ketersediaan air bersih bagi pelanggan tetap terjaga. Menurutnya, gangguan distribusi air meski hanya berlangsung dalam waktu singkat dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Peliput: Wirmas Darwis
Editor: Tim Redaksi Asakato
❤️ Dukung Asakato
Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda,
mari bantu Asakato terus menghadirkan berita, edukasi, dan inspirasi untuk masyarakat.
Dukungan sekecil apa pun sangat berarti agar kami dapat terus berkarya secara independen.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan Asakato – Media Inspirasi dan Literasi Umat.