Kepala MAS Ma'arif As-Sa'adiyah, Ahmad Maulid, S.Pd., mengalungkan tanda peserta saat pembukaan MATA Santri di Batu Nan Limo, Senin (13/7/2026).
BATU NAN LIMO, asakato.com – Pondok Pesantren Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo, Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kabupaten Lima Puluh Kota, memulai Masa Ta’aruf Santri Baru (MATA Santri) dengan pembukaan sederhana di halaman madrasah, Senin (13/7/2026).
Kepala MAS Ma’arif As-Sa’adiyah, Ahmad Maulid, S.Pd., mengalungkan tanda peserta kepada salah seorang santri. Para santri mengikuti pembukaan bersama pendidik dan pengelola pesantren.
Kesederhanaan pembukaan menjadi awal santri memasuki lingkungan pendidikan baru. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan ruang belajar, tetapi juga kehidupan dan nilai-nilai pesantren.
Baca juga : Batang Agam, Ketika Gaya Hidup Sehat Menjadi Pilihan Warga Payakumbuh
MATA Santri menjadi gerbang awal bagi santri baru mengenal lingkungan pesantren. Tradisi keilmuan, tata tertib, dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah menjadi bagian dari proses pengenalan tersebut.
Kegiatan dirancang secara edukatif dan ramah anak. MATA Santri juga diarahkan bebas dari perundungan serta menanamkan karakter religius, disiplin, dan mandiri.
Pendekatan itu sejalan dengan semangat pembelajaran dan pengasuhan berbasis cinta. Santri diperkenalkan dengan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan menyenangkan.
Pesantren juga menempatkan sikap inklusif dan penghargaan terhadap martabat manusia sebagai bagian dari pengenalan santri. Pencegahan kekerasan, perundungan, dan pelecehan turut menjadi perhatian dalam MATA Santri.
Baca juga : Ekologi Qur’ani: Bahasa Wahyu dan Tanggung Jawab Manusia Merawat Bumi
Selama kegiatan, santri akan mengenal sejarah, visi, misi, dan keunggulan pesantren. Mereka juga mengikuti tur lingkungan serta pengenalan nilai dan tata tertib pondok.
Materi Pesantrenku Ramah dan Aman serta Pesantrenku Hijau turut masuk dalam rangkaian kegiatan. Santri juga mendapat penguatan tentang pencegahan perundungan, moderasi beragama, dan adab santri.
MATA Santri tahun pelajaran 2026/2027 mengusung tema “Mewujudkan Generasi Santri yang Berakhlakul Karimah, Berprestasi, Mandiri, dan Berwawasan Global Berlandaskan Nilai-Nilai Islam.”
Dari halaman madrasah yang sederhana, santri memulai perjalanan baru. Pesantren membuka gerbangnya dengan pengenalan, keramahan, dan pendidikan yang berupaya tumbuh dari cinta.
Baca juga : Kampung Zakat Ampalu Perkuat Ekonomi Warga Lewat ZCD Tenun Puspa
Peliput: Tim Asakato Media
Editor: Budi Mulya