MI Terpadu Al Falah Tanjung Pati menyiapkan MATAMUDA 2026 dengan pendidikan adab sebagai bekal awal murid memasuki tahun ajaran baru.
TANJUNG PATI, asakato.com – MI Terpadu Al Falah Tanjung Pati menyiapkan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung selama lima hari, 13–17 Juli 2026.
MATAMUDA tidak hanya mengenalkan lingkungan madrasah. Sejumlah materi adab disiapkan sebagai bekal awal murid memasuki tahun ajaran baru.
Kepala MI Terpadu Al Falah, Nofia Sherli, S.Pd.SD, mengatakan madrasah ingin menghadirkan suasana awal belajar yang nyaman dan menyenangkan.
“MATAMUDA bukan sekadar kegiatan pengenalan madrasah. Kami ingin anak-anak mengenal lingkungan belajar sekaligus membiasakan adab sejak hari pertama,” ujarnya.
Baca juga : MATA Santri 2026 Dimulai, Ma’arif Assaadiyah Sambut Santri dengan Pendidikan Berbasis Cinta
Hari pertama MATAMUDA diisi pengenalan tata tertib serta visi dan misi madrasah. Murid juga mengikuti muroja’ah dan materi adab belajar serta adab terhadap guru.
Pada hari kedua, murid mendapat materi adab bergaul. Adab makan dan minum juga menjadi bagian pembiasaan yang dikenalkan kepada mereka.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi bersama Polres Lima Puluh Kota, Rabu, 15 Juli 2026. Seluruh murid kemudian mengikuti pawai ta’aruf bersama ustaz dan ustazah.
Materi birrul walidain atau berbakti kepada orang tua diberikan pada hari keempat. Murid juga dibekali materi adab berpakaian.
MATAMUDA ditutup Jumat, 17 Juli 2026, dengan sosialisasi bersama Puskesmas Tanjung Pati. Muroja’ah tetap menjadi bagian kegiatan selama masa pengenalan berlangsung.
Nofia berharap rangkaian MATAMUDA membantu murid mengenal kebiasaan baik sejak awal berada di madrasah.
“Harapan kami, murid merasa nyaman dan gembira berada di madrasah. Mereka mulai belajar menghormati guru, menyayangi teman, dan berbakti kepada orang tua,” katanya.
Baca juga : Ekologi Qur’ani: Bahasa Wahyu dan Tanggung Jawab Manusia Merawat Bumi
MATAMUDA merupakan masa pengenalan bagi murid terhadap lingkungan dan budaya madrasah. Pelaksanaannya diarahkan untuk membantu proses adaptasi melalui kegiatan edukatif dan nilai-nilai keislaman.
Ketua Pengurus Yayasan Hayatun Nufus, H. Nur Akmal, S.HI, Dt. Paduko Tan Kayo, menilai pendidikan adab perlu menjadi dasar dalam proses pendidikan anak.
“Pendidikan anak tidak hanya berbicara tentang kemampuan akademik. Adab dan akhlak harus menjadi dasar dalam setiap proses pendidikan,” ujarnya.
Menurut Nur Akmal, MATAMUDA diharapkan menjadi langkah awal membangun kebiasaan baik. Murid diharapkan tumbuh menjadi generasi berilmu, beradab, menghormati orang tua dan guru, serta peduli terhadap lingkungan.
Baca juga : Dua Siswa MI Terpadu Al Falah Tanjung Pati Lolos ke OBA Tingkat Provinsi
Pelaksanaan MATAMUDA melibatkan ustaz dan ustazah MI Terpadu Al Falah. Mereka mendapat pembagian tugas untuk mendampingi setiap kelompok dan materi kegiatan.
Melalui MATAMUDA, madrasah berupaya menjadikan hari pertama tahun ajaran baru sebagai ruang adaptasi. Pada saat yang sama, nilai adab mulai ditanamkan dalam keseharian murid.
Peliput: Tim Asakato Media
Editor: Tim Redaksi Asakato