Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menghadiri Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Sumatera Barat di MAN 1 Kota Payakumbuh, Kamis (30/7/2026). Forum tersebut diikuti sekitar 90 kepala MAN dan MAS se-Sumatera Barat untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.
PAYAKUMBUH, asakato.com — Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah. Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat menghadiri Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Sumatera Barat di MAN 1 Kota Payakumbuh, Kamis (30/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut mempertemukan sekitar 90 kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Forum itu menjadi wadah memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kapasitas kepemimpinan kepala madrasah.
Dalam agenda rapat, peserta membahas sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 736 Tahun 2026, strategi pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Madrasah Aliyah, serta penyusunan program kerja tahunan KKMA Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026/2027.
Baca juga : Wali Kota Payakumbuh Perkuat Layanan Kesehatan, Ajukan Pengembangan RSUD ke Kemenkes
Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kota Payakumbuh sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai daerah di Provinsi Sumatera Barat. Semoga Payakumbuh menjadi tuan rumah yang baik serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” ujarnya.
Ia menegaskan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus masa depan bangsa. Karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh karakter generasi mudanya. Pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki akhlak yang baik.
Elzadaswarman juga mengingatkan pentingnya budaya membaca dan belajar sebagaimana tercermin dalam perintah pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Iqra’. Nilai tersebut menjadi fondasi lahirnya masyarakat berilmu dan berperadaban.
Baca juga : Keminangkabauan Seri 1 | Masih Adakah Urang Nan Gadang Basa Batuah di Minangkabau?
Di sisi lain, ia menilai perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Anak-anak kini tumbuh bersama internet dan kecerdasan buatan sehingga memerlukan pendampingan yang kuat dari keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
“Tugas kita bukan sekadar menjadikan mereka pintar, tetapi juga memastikan mereka memiliki karakter yang kuat, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta mencintai agama, budaya, dan bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan pendidikan ideal harus mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Menurutnya, Kota Payakumbuh memiliki modal sosial yang kuat melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai itu diyakini mampu menjadi landasan membentuk generasi yang berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Elzadaswarman berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan gagasan, inovasi, dan langkah strategis yang memperkuat kualitas pendidikan madrasah di Sumatera Barat.
Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran pengurus KKMA Provinsi Sumatera Barat, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, kepala MAN dan MAS se-Sumatera Barat, serta sejumlah undangan lainnya.
Baca juga : Ngaji Taqrib Seri 07: Sunnah Kedua dalam Wudhu, Membasuh Kedua Telapak Tangan
Peliput: Tim Asakato Media
Editor: Tim Redaksi Asakato