Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota Endri Mulyadi bersama tim meninjau langsung lereng di belakang SD 04 Nagari Suliki yang dilaporkan labil dan rawan longsor.
SULIKI, asakato — Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, ST., M.T., merespons laporan kerawanan bencana yang mengancam SD 04 Nagari Suliki, Senin (10/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut surat pemberitahuan Kepala SD 04 Nagari Suliki, Mena Lestari, terkait kondisi tanah perbukitan di belakang sekolah yang dinilai labil dan berpotensi longsor secara tiba-tiba.
Mena menjelaskan, tanah perbukitan tersebut bertekstur pasir putih. Ia khawatir longsor tidak hanya mengancam gedung sekolah, tetapi juga keselamatan dan jiwa murid yang beraktivitas di lingkungan sekolah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Endri bersama tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak sekolah turun langsung meninjau kawasan perbukitan di belakang sekolah.
Terus Bersama Asakato
Asakato hadir menghadirkan informasi, inspirasi, dan literasi untuk masyarakat. Dukungan pembaca membantu kami terus berkarya.
Dukung melalui Asakato.shopRombongan bahkan harus berjalan menyusuri lereng untuk melihat kondisi tanah secara langsung. Peninjauan itu dilakukan guna melihat kawasan yang dikhawatirkan sewaktu-waktu mengalami longsor.
Persoalan sekolah ternyata tidak hanya menyangkut ancaman bencana. SD 04 Nagari Suliki juga masih menghadapi keterbatasan ruang belajar akibat bencana hidrologi yang terjadi pada 2024.
Kepala Jorong Soriak Lompakan, Adrio Marta, menjelaskan galodo pada 2024 berdampak pada dua ruang belajar. Dinding kedua lokal mengalami keretakan dan dinilai membahayakan keselamatan murid.
Karena kondisi tersebut, pemerintah setempat kemudian merobohkan dua lokal tersebut. Sejak kejadian itu, belum ada kegiatan perbaikan terhadap ruang belajar yang terdampak.
Untuk mengatasi kekurangan ruang, lokal yang masih layak digunakan saat ini diberi sekat. Langkah sementara tersebut dilakukan agar kegiatan pembelajaran tetap dapat berlangsung.
Wali Nagari Suliki, Yanto, berharap kunjungan tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota dapat membantu mendorong perbaikan ruang belajar yang terdampak bencana.
Menurut Yanto, sejak kejadian 2024 belum ada kegiatan perbaikan. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi jalan untuk mempercepat penanganan kebutuhan ruang belajar sekolah.
Dalam kunjungan itu, Endri Mulyadi melihat langsung kondisi bangunan sekolah dan kawasan perbukitan yang berada di belakang gedung pendidikan tersebut.
Endri mengatakan dirinya belum lama menjabat sebagai Kabid Dikdas sehingga baru mengetahui kondisi riil sekolah tersebut melalui kunjungan lapangan.
“Ibu Kepsek, saya belum lama menduduki jabatan sebagai Kabid, jadi saya baru mengetahui kondisi riil sekolah ini hari ini. Saya berjanji, setelah Ibu melengkapi seluruh persyaratan administrasi, saya akan mengawal dan mengusulkan langsung bantuan ini hingga ke tingkat pusat,” tegas Endri.
Ia meminta pihak sekolah melengkapi seluruh persyaratan administrasi sebagai dasar pengusulan bantuan. Komitmen tersebut diharapkan membuka jalan bagi penanganan persoalan sekolah yang belum terselesaikan sejak bencana 2024.
Kunjungan langsung tim Dikbud menjadi tindak lanjut atas laporan kerawanan bencana sekaligus membuka harapan bagi pemenuhan kembali ruang belajar yang telah hilang.
Bagi sekolah dan Pemerintah Nagari Suliki, tindak lanjut tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kawasan rawan bencana sekaligus menghadirkan ruang belajar yang lebih aman bagi murid.
Peliput: Tim Asakato Media
Editor: Budi Mulya, SP.