Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Pimpinan Baznas RI Mokhamad Mahdum, dan jajaran Kementerian Agama meresmikan Program Zakat Community Development (ZCD) Tenun Puspa di Kampung Zakat Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (09/07/2026).
LIMA PULUH KOTA, asakato.com β Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Zakat Community Development (ZCD) Tenun Puspa di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (09/07/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari penguatan Kampung Zakat Ampalu yang ditetapkan pada 2022. Melalui pemberdayaan usaha tenun, pemerintah dan Baznas mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
Baca juga : Dua Siswa MI Terpadu Al Falah Tanjung Pati Lolos ke OBA Tingkat Provinsi
Nagari Ampalu dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan tenun di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kerajinan itu menjadi identitas daerah sekaligus sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat.
Peluncuran program dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Mustafa, Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Mokhamad Mahdum, Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota Eri Iswandi, serta pimpinan Baznas daerah, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Mustafa mengatakan, Program ZCD Tenun Puspa membuktikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui usaha produktif.
“Program ini dapat mengangkat harkat dan martabat perekonomian masyarakat. Inilah yang menjadi tujuan Kementerian Agama, bagaimana setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak,” ujar Mustafa.
Menurut Mustafa, keberhasilan program bergantung pada kolaborasi Kementerian Agama, Baznas, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi itu diharapkan melahirkan lebih banyak Kampung Zakat di Sumatera Barat.
Baca juga : Kemenag Limapuluh Kota Salurkan 250 Paket Santunan Lebaran
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi peluncuran program tersebut. Ia menilai zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
Mahyeldi mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat literasi zakat. Menurutnya, pemahaman yang baik akan mendorong masyarakat merasakan manfaat zakat sekaligus memahami nilai ibadah di dalamnya.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kita perlu membangun literasi zakat agar masyarakat tidak hanya merasakan manfaatnya, tetapi juga memahami nilai ibadah yang terkandung di dalamnya,” kata Mahyeldi.
Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Mokhamad Mahdum mengatakan Kampung Zakat tidak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat. Program tersebut juga dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial.
“Berdirinya Kampung Zakat bukan semata-mata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menegakkan prinsip-prinsip keislaman dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Program ZCD Tenun Puspa diharapkan meningkatkan produktivitas kelompok tenun di Nagari Ampalu. Program ini juga menjadi upaya menjaga warisan kerajinan lokal sekaligus memperluas manfaat zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Arsitektur Integritas di Era Algoritma: Meneguhkan Kedaulatan Abdullah dalam Kendali Hadharoh Islam
Kontributor: Tim Humas Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota
Editor: Tim Redaksi Asakato