Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, meninjau pekerjaan sarana pendidikan di SDN 05 Guguak VIII Koto menjelang proses PHO, Jumat (4/9/2026).
LIMA PULUH KOTA, Asakato.com — Menjelang proses serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO), Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, ST, MT, melakukan inspeksi terhadap pekerjaan sarana pendidikan di empat sekolah, Jumat (4/9/2026).
Inspeksi tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pekerjaan yang telah dilaksanakan di lapangan. Peninjauan mencakup sejumlah pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan yang telah memasuki tahap penyelesaian.
Endri menjelaskan, peninjauan yang dilakukan pihaknya lebih bersifat visual atau melihat kondisi pekerjaan yang tampak di lapangan. Sementara pengawasan teknis terhadap detail pekerjaan selama pelaksanaan menjadi tugas konsultan pengawas.
“Kita melihat pekerjaan secara visual atau tampak, sedangkan secara teknis pengawasan pekerjaan dilakukan oleh konsultan pengawas,” ujar Endri.
Terus Bersama Asakato
Asakato hadir menghadirkan informasi, inspirasi, dan literasi untuk masyarakat. Dukungan pembaca membantu kami terus berkarya.
Dukung melalui Asakato.shopMenurut Endri, konsultan pengawas memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan teknis dan kondisi lapangan.
“Konsultan pengawas adalah mata dan kepala dari Dinas Pendidikan yang mengawasi detail pekerjaan di lapangan,” katanya.
Karena itu, dalam inspeksi di sejumlah sekolah tersebut, penjelasan teknis mengenai pekerjaan banyak disampaikan oleh konsultan pengawas yang mendampingi peninjauan.
Endri juga mengingatkan rekanan agar segera mempersiapkan proses PHO apabila pekerjaan telah mencapai penyelesaian 100 persen.
“Kalau pekerjaan sudah 100 persen selesai, rekanan agar segera mempersiapkan PHO,” ujarnya.
Melihat Pekerjaan dari Pagar hingga Atap Sekolah
Inspeksi pertama dilakukan di SDN 02 Tarantang, yang mendapat pekerjaan pembangunan pagar sekolah. Pekerjaan tersebut dilaksanakan CV Bangun Prima Konstruksi dengan pengawasan CV Kosta.

Dari peninjauan secara visual, tidak ditemukan persoalan pada pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Pembangunan pagar yang dikerjakan saat ini baru mencakup sekitar separuh dari kebutuhan pagar sekolah secara keseluruhan. Karena itu, Endri menyarankan kepala sekolah segera memasukkan usulan pembangunan pagar tahap berikutnya untuk melanjutkan bagian pagar yang masih belum terbangun.
Dari Tarantang, inspeksi berlanjut ke SDN 05 Guguak VIII Koto. Pekerjaan di sekolah tersebut berupa rehabilitasi atap dan rehabilitasi gonjong.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan rehabilitasi atap menyesuaikan dengan kondisi bangunan di lapangan. Bagian kayu yang ditemukan lapuk perlu diganti sebelum pemasangan atap dilakukan.
Secara visual, pekerjaan di SDN 05 Guguak VIII Koto tidak menunjukkan persoalan. Pekerjaan dilaksanakan CV Jaya dengan pengawasan JME Engineering.
Folding Gate Membuat Ruang Lebih Fleksibel
Selanjutnya, Endri meninjau pekerjaan di SDN 03 Kubang.

Pekerjaan di sekolah tersebut mencakup rehabilitasi atap dan pemasangan dua folding gate sebagai pembatas ruang.
Saat folding gate dibuka, ruang yang sebelumnya terpisah dapat disatukan menjadi area yang lebih luas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai aula ketika sekolah membutuhkan ruang bersama.
Berdasarkan penjelasan konsultan pengawas JME Engineering, pekerjaan yang diperiksa di SDN 03 Kubang telah dilaksanakan sesuai rencana. Pekerjaan tersebut dilaksanakan CV Umecon.
Dua WC Lama Direhabilitasi, Dua WC Baru Dibangun
Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah SDN 04 Baruah Gunuang, dengan pekerjaan berupa rehabilitasi WC lama sekaligus pembangunan WC baru.

Sebelum pekerjaan dilaksanakan, sekolah memiliki dua kamar WC. Dalam pekerjaan kali ini, dua WC lama direhabilitasi dan dua kamar WC baru dibangun sehingga fasilitas sanitasi sekolah kini bertambah menjadi empat kamar WC.
Pekerjaan di lokasi tersebut juga memperhatikan kondisi lingkungan sekolah yang berada di sisi kolam. Untuk mendukung kekuatan pondasi bangunan WC sekaligus mencegah air kolam meresap ke area septic tank, dibuat dam di sisi kolam.
Pekerjaan di SDN 04 Baruah Gunuang dilaksanakan CV Zane dengan pengawasan Dewi Konsultan.
Keempat lokasi tersebut memperlihatkan beragam kebutuhan sarana pendidikan yang ditangani, mulai dari pembangunan pagar, rehabilitasi atap dan gonjong, penataan ruang melalui folding gate, hingga peningkatan fasilitas sanitasi.
Bagi sekolah, pekerjaan tersebut tidak hanya menghadirkan perubahan pada fisik bangunan. Pagar mendukung lingkungan sekolah, atap dan gonjong menjaga kelayakan bangunan, folding gate membuat ruang lebih fleksibel, sementara tambahan WC memperkuat fasilitas sanitasi bagi warga sekolah.
Inspeksi lapangan ini menjadi bagian dari rangkaian penyelesaian pekerjaan sebelum memasuki tahap serah terima. Untuk pekerjaan yang telah mencapai 100 persen, rekanan diminta segera mempersiapkan PHO. (Tim)
Editor : Budi Mulya, SP