Berjalan Kaki untuk Urusan Dekat
Kadang, tubuh hanya membutuhkan alasan sederhana untuk bergerak.Pernahkah Anda hendak membeli sesuatu di warung, tetapi tangan justru mencari kunci motor?
Jaraknya sebenarnya tidak jauh. Warung itu mungkin hanya berada beberapa puluh langkah dari rumah. Namun, kendaraan terasa lebih praktis karena memang sudah menjadi bagian dari keseharian.
Padahal, ada satu pilihan sederhana yang sering kita lupakan.
Berjalan kaki.
Terus Bersama Asakato
Asakato hadir menghadirkan informasi, inspirasi, dan literasi untuk masyarakat. Dukungan pembaca membantu kami terus berkarya.
Dukung melalui Asakato.shopDulu, pergi ke warung, masjid, rumah tetangga, atau tempat yang tidak terlalu jauh merupakan hal biasa. Kaki membawa kita pergi tanpa perlu bahan bakar, tanpa suara mesin, dan tanpa harus memikirkan tempat parkir.
Sekarang, untuk jarak yang sama, kendaraan sering menjadi pilihan pertama.
Bukan karena kita malas bergerak. Barangkali karena kita sudah terlalu terbiasa dengan kemudahan.
Kaki yang Dulu Banyak Bekerja
Coba ingat kembali kehidupan beberapa tahun lalu.
Anak-anak berjalan menuju sekolah. Orang tua pergi ke warung dengan membawa uang belanja. Tetangga berkunjung dengan berjalan kaki. Ke masjid pun cukup mengenakan sandal, lalu melangkah melewati jalan depan rumah.
Tidak ada yang menyebutnya olahraga.
Mereka hanya sedang menjalani kehidupan.Justru di situlah menariknya kebiasaan berjalan kaki. Aktivitas yang dahulu terasa biasa ternyata menyimpan manfaat yang sering baru kita pahami setelah kehidupan semakin banyak dilakukan dengan duduk dan berkendara.
World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa aktivitas fisik bukan hanya olahraga atau latihan khusus. Berjalan kaki sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari juga termasuk aktivitas fisik.
Artinya, tubuh tidak selalu membutuhkan lapangan olahraga untuk bergerak.
Kadang, tubuh cukup diberi kesempatan untuk berjalan.
Ketika Perjalanan Pendek Menjadi Kesempatan BergerakAda sesuatu yang menarik dari perjalanan dengan berjalan kaki.Kita menjadi lebih lambat.
Ketika menggunakan kendaraan, jalan menuju warung hanya terasa sebagai jarak yang harus segera dilewati. Ketika berjalan, perjalanan itu berubah menjadi kesempatan melihat sekitar.
Kita mungkin melihat bunga yang baru mekar di halaman tetangga. Mendengar anak-anak bermain. Menyapa orang yang sedang duduk di teras. Atau sekadar merasakan udara pagi yang selama ini dilewati begitu saja.
Perjalanan yang biasanya selesai dalam beberapa menit dengan kendaraan menjadi pengalaman kecil yang berbeda.
Dan tanpa terasa, kaki telah bekerja.WHO menyebut berjalan kaki sebagai salah satu bentuk mobilitas aktif yang sederhana, murah, bahkan umumnya gratis. Aktivitas seperti ini dapat menjadi bagian dari transportasi sekaligus membantu seseorang tetap aktif dalam kehidupan sehari-hari.Jadi, berjalan kaki tidak harus selalu diberi nama olahraga.
Ia bisa menjadi cara hidup.
Tidak Perlu Menunggu Waktu Luang
Barangkali inilah yang membuat kebiasaan berjalan kaki menarik.Kita tidak perlu menunggu hari libur.
Tidak perlu membeli perlengkapan khusus.
Tidak perlu mencari tempat olahraga.Jika tujuan dekat dan kondisi memungkinkan, kita cukup memilih menggunakan kaki.
Pergi membeli kebutuhan kecil. Mengantar sesuatu kepada tetangga. Menuju tempat ibadah. Atau sekadar berjalan sebentar mengelilingi lingkungan.
Pilihan-pilihan kecil itu mungkin tidak langsung terasa hasilnya.Namun kesehatan memang tidak selalu dibangun melalui perubahan besar. Ia juga dapat tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan berulang.
WHO menyatakan bahwa semua aktivitas fisik tetap diperhitungkan, termasuk aktivitas yang dilakukan untuk transportasi. WHO juga menekankan bahwa melakukan aktivitas fisik dalam jumlah tertentu lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
Bagi orang dewasa, WHO merekomendasikan 150β300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu untuk memperoleh manfaat kesehatan yang substansial.
Tetapi angka itu bukan alasan untuk menunda langkah pertama.
Sebab, langkah pertama memang tidak pernah terasa seperti perjalanan panjang.
Mungkin Kita Hanya Perlu Mengubah Pilihan
Kemajuan membuat hidup menjadi lebih mudah.
Kendaraan membantu kita mencapai tempat yang jauh. Teknologi menghemat waktu. Banyak pekerjaan yang dahulu membutuhkan tenaga kini dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Semua itu patut disyukuri.
Tetapi kemudahan juga kadang membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk bergerak.
Karena itu, bukan kendaraan yang harus kita tinggalkan.
Hanya kebiasaan kita yang perlu diseimbangkan
Untuk perjalanan jauh, kendaraan tentu sangat membantu. Untuk perjalanan dekat, mungkin kaki masih bisa mengambil perannya.
Besok pagi, misalnya, kita bisa mencoba berjalan menuju warung.
Bukan karena motor tidak boleh digunakan.
Bukan pula karena berjalan kaki harus menjadi kewajiban.
Tetapi karena tubuh kita juga pantas mendapatkan kesempatan untuk bergerak.
Dan mungkin, dalam perjalanan singkat itu, kita akan menemukan sesuatu yang selama ini terlewat.
Sapaan tetangga.
Udara pagi.
Pohon yang mulai berbunga.
Atau sekadar perasaan ringan setelah beberapa langkah meninggalkan rumah.
Langkah Kecil yang Bisa Kita Mulai Hari Ini
Gaya hidup sehat ternyata tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang ia dimulai dari keputusan yang sangat sederhana.
Ketika warung berada dekat, kita berjalan.
Ketika masjid hanya beberapa langkah, kita berjalan.
Ketika rumah tetangga tidak jauh, kita berjalan.
Tidak perlu menghitung berapa banyak orang yang melihat.Tidak perlu mengumumkannya kepada siapa pun.
Biarkan kaki melakukan pekerjaannya.
Sebab, bisa jadi selama ini kita terlalu sibuk mencari cara untuk hidup lebih sehat, sementara salah satu caranya sudah tersedia sejak dahulu.
Ada di bawah tubuh kita.
Dua kaki yang setiap hari membawa kita ke mana-mana.Mungkin sudah waktunya kita memberi mereka kesempatan untuk bekerja lebih banyak.
Bukan untuk kembali ke masa lalu.
Tetapi untuk mengambil kembali satu kebiasaan sederhana yang masih sangat relevan hari ini.
Berjalan kaki untuk urusan yang dekat.
Inspirasi Hari Ini
Besok, pilih satu perjalanan dekat untuk ditempuh dengan berjalan kaki.
Tidak perlu jauh.
Tidak perlu cepat.
Mulailah dari langkah yang sederhana.
Karena hidup yang lebih baik kadang tidak dimulai dengan perubahan besar.
Ia bisa dimulai dari satu langkah yang kita pilih sendiri.
Peliput/Kontributor: Tim Asakato Media
Editor: Tim Redaksi Asakato